|
|
|
|
|
Dilematika Calon Penumpang KA |
|
|
Thursday, 14 August 2008 |
|
 Pada musim liburan, para perantau biasanya menyempatkan pulang ke kota asalnya. Walaupun hanya 2-3 hari saja, rasanya sudah cukup untuk melepas kepenatan setelah menghirup udara jakarta yang penuh polusi.
Tanggal 11 agustus kemaren sepulang kantor, saya coba ke stasiun gambir untuk mencari tiket ke semarang untuk tanggal 15. Baru masuk area lobby sudah disambut pemandangan antrian yang super panjang di loket reservasi. Dengan perasaan yang sedikit putus asa karena gak yakin apakah masih kebagian tiket, saya menuju ke loket yang paling ujung untuk melihat sisa tiket di layar monitor. Walhasil, tiket tujuan semarang utk tgl 15 sisanya tinggal 0 kursi alias habis. 
Duh, yang ada sekarang cuma perasaan bingung, jengkel, sedih campur aduk. Kemana lagi harus cari tiket nih. Akhirnya saya cuma duduk2 aja di samping lobby sambil mikir2 cara dapet tiketnya. Iseng2 saya tanya sama calo yang berkeliaran di sekitar loket yang jumlahnya puluhan. Eh, ternyata tiket ke semarang masih ada! Cuma harga dari calo sangat mencekik leher, hampir 2x lipat. Harga normal KA Argo Muria 230 ribu, melambung menjadi 450 ribu. Busyeet dah! Gumarang harganya menjadi 350 ribu. Setelah negosiasi yang cukup alot (halah...) saya akhirnya memutuskan untuk beli tiket Sembrani dengan harga 300 ribu dari harga normal 170 ribu. Fyuhh...
Lega juga akhirnya bisa pulang ke semarang juga  . Sambil nunggu tiket sedang dicarikan, saya banyak ngobrol sama calo itu. Menurut dia pada musim yang kira2 penumpang ka akan membludak mereka akan membeli tiket lalu dijual lagi pada orang2 yang kehabisan tiket seperti saya. Para calo pandai melihat situasi kapan akan ramai, kapan sepi sehingga biasanya mereka selalu mendapat keuntungan dalam jumlah yang besar.
Trus saya tanya kenapa harganya melambung begitu tinggi?  Kata calo, mereka juga membayar setoran kepada "bos calo" sekitar 50 ribu per tiket, sehingga keuntungan calo sekitar 50 - 100 ribu per tiket. Lumayan juga ya.. Yah, kalo nggak terpaksa saya ga akan beli tiket dari calo lagi ah..
|
|